Kupang: Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, menerima kunjungan jajaran Direksi Pelindo Pusat di Ruang Kerja Gubernur, Kantor Gubernur NTT, Rabu (14/2/2025). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi antara Pelindo dan Pemerintah Provinsi NTT dalam mendukung kelancaran arus distribusi barang serta peningkatan efisiensi bongkar muat di wilayah NTT.
Gubernur didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT, Benyamin Nahak. Hadir dari jajaran Pelindo Pusat antara lain Direktur Teknik Pelindo Muhammad Suriawan Wakan, GH Peralatan Pelabuhan Pelindo Muhajir Djurumiah, Executive Director 3 Regional 3 Pelindo Daru W. Julianto, Direktur SDM PT Pelindo Terminal Petikemas Ady Sutrisno, serta SVP Peralatan Pelabuhan PT Pelindo Terminal Petikemas Anton Effendy. Turut hadir General Manager sekaligus Terminal Head Petikemas TPK Tenau Kupang, Andhik Wahyu Kristianto.

Dalam pertemuan tersebut, Pelindo menegaskan komitmen berkelanjutan dalam mendukung kelancaran arus keluar-masuk barang di wilayah NTT, guna menjaga stabilitas distribusi serta meningkatkan efisiensi layanan kepelabuhanan.
Gubernur menyampaikan apresiasi atas kunjungan jajaran Pelindo Pusat dan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan Pelindo dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah.
“Kami membahas sinergi untuk mengoptimalkan peran Pelindo dan Pemerintah Provinsi NTT agar dapat mendukung pembangunan ekonomi daerah, khususnya dari sektor distribusi dan logistik,” ujar Gubernur Melki.
Selain itu, Gubernur menyampaikan komitmen bersama untuk mendorong pengembangan dan peningkatan infrastruktur pelabuhan di sejumlah wilayah strategis di NTT.
“Pemerintah Provinsi NTT mengapresiasi dukungan Pelindo dan akan terus berupaya bersama dalam pengembangan infrastruktur pelabuhan guna memperkuat konektivitas antarpulau serta memperlancar distribusi logistik,” katanya.
Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara Pemerintah Provinsi NTT dan Pelindo dalam mendukung sistem logistik yang efisien dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Timur.
